Berbicara kopi rasanya belum lengkap jika belum mencicipi kopi khas Bali ‘Banyuatis’.

Citarasa kopi Bali cap Banyuatis yang cenderung gurih, sedikit pahit, dan memiliki rasa sedikit asam ini sudah dikenal berhasil memikat para penikmat kopi. Kini memasuki usia ke-57 tahun, CV Pusaka Bali Persada yang memproduksi kopi Bali Banyuatis meluncurkan varian baru. Mereka menamainya Kopi Bali Banyuatis Two in One (2 in 1) Legenda Rasa.

Produk ini resmi diluncurkan di Kasa Bunga Restaurant, Renon, Denpasar, Sabtu (1/4) malam kemarin, sekaligus merayakan pertambahan usia yang kini semakin matang. Suatu hal yang membangun, karena selama 57 tahun Kopi Bali Banyuatis telah ikut berkiprah mengangkat potensi lokal menjadi sajian yang memiliki kualitas dan bercita rasa yang khas.

Managing Director, I Gusti Made Adnyana Kepandean mengatakan, varian baru yang memadukan kopi Bali Banyuatis dengan takaran gula yang pas, diyakini akan membuat para penikmat kopi jatuh hati. Sebab, varian ini bisa dikatakan original, karena hanya mencampurkan kopi dengan gula, tanpa campuran lainnya. “Kami tetap mempertahankan citarasa kopinya. Meskipun ada campuran gula, tapi masih lebih kuat aroma kopinya, sehingga meskipun 2 in 1, tapi aroma Kopi Banyuatisnya masih dapat dinikmati,” ujarnya.

Dikatakan, produk baru ini diluncurkan melihat pasar yang cenderung semakin praktis. Maka, Kopi Bali Banyuatis Two in One (2 in 1) Legenda Rasa disajikan dalam bentuk sachet dengan harga bersaing namun terjangkau. Tidak hanya orang tua, generasi muda pun diharapkan bisa menikmati dan mencintai kopi Bali.

“Karena dengan kemasan sachet kemungkinan market bisa lebih menerima. Jadi kami tergugah bagaimana agar kopi Bali bisa dicintai tidak hanya oleh kalangan tua, namun juga kawula muda. Karena itu, sasaran kami adalah retail dan masyarakat luas,” paparnya.

Untuk menggaet kawula muda, tidak tanggung-tanggung mereka pun mendaulat salah satu artis Bali yang sedang hits, Jun Bintang, sebagai brand ambassador untuk ikut menyukseskan kopi Bali Banyuatis agar disukai berbagai kalangan. Terlihat Jun Bintang juga antusias mempromosikan masyarakat cinta kopi khas Bali itu dalam launching kemarin malam.

Sementara Owner Kopi Bali Banyuatis, Gede Pusaka Harsadina megungkapkan, kopi khas Bali yang sangat berpotensi melaju ke tingkat nasional bahkan internasional ini tentu saja mengalami banyak persaingan. Apalagi selama 57 tahun, banyak hal yang harus dikembangkan agar kopi Bali yang khas tetap bisa eksis. Hal itu bisa diakali dengan tetap menjaga kekhasan kopi itu, yang terletak pada citarasanya.

“Kami tetap mempertahankan kemurnian kopi. Mulai dari pemilihan biji kopi, kemudian proses pengolahannya yang masih menggunakan kayu bakar, kami senantiasa mempertahankan rasa dengan tetap teliti pada setiap prosesnya,” imbuhnya.

Selain mempertahankan kualitas, kata Harsadina, untuk mampu bersaing dengan pengusaha kopi lainnya, harus selalu melakukan inovasi. Maka, sejak tahun 2015 banyak varian yang muncul selain kopi bubuk Banyuatis yang memang diproduksi dari tahun ke tahun. “Sejak tahun 2015 kami coba melakukan inovasi dengan berbagai varian. Kini kami coba munculkan campuran 2 in 1 agar lebih praktis. Kami berharap bisa merambah tidak hanya Bali, tapi juga NTB dan Jawa,” katanya sembari mengatakan telah memiliki 3 kantor pemasaran yakni Singaraja, Denpasar dan NTB.

Harsadina menuturkan, sejarah Kopi Bali Banyuatis sendiri merupakan rintisan dari almarhum ayahnya, Ketut Englan sejak tahun 1960-an. Ayahnya  melanjutkan penanaman kopi yang telah dirintis oleh kakeknya. Sejalan dengan itu, Ketut Englan pun membuka pabrik kopi bubuk di kawasan Pemaron. Nama Kopi Banyuatis pun mulai terdengar saat itu. Kemudian sejak tahun 2015, produk kopi ini banyak berkembang melahirkan varian baru diantaranya  kopi luwak, kopi lanang, arabica organic, kopi bubuk, kopi organic, dan kopi tubruk, ditambah kini kopi 2 in 1. * in