Kopi memiliki cerita panjang sebelum akhirnya sampai pada cangkir Anda. Cerita ini dimulai dari bahkan dari pembibitan, pemanenan, pasca panen, hingga roasting untuk menghasilkan cita rasa yang memanjakan hati penggemar kopi. Anda bisa memahaminya lewat artikel ini tentang perjalanan dan proses pengolahan kopi hingga siap tersaji di meja anda.Sebelum semoton Kopi Banyuatis bisa diseduh, diteguk, dan dinikmati di rumah maupun coffee shop, kopi mengalami cerita perjalanan dan proses pengolahan yang panjang. Proses tersebut terdiri atas pemanenan, penjemuran, penyangraian, hingga penyeduhan sampai jadi minuman yang memukau lidah semeton Kopi Banyuatis.Proses panjang inilah yang memberikan kontribusi dalam hal karakter dan cita rasa dari Kopi Banyuatis. Apalagi, proses panjang ini dilakukan oleh tangan-tangan professional dibidang kopi yang sudah tidak perlu diragukan lagi.Rasa yang dihasilakan dari setiap jenis kopi, ketinggian tanam, tanaman disekelilingnya serta proses pengolahannya yang akan membuat cita rasa yang dihasilkan oleh setiap kopi berbeda-beda. Hal inilah yang membuat kopi begitu unik dan misterius. Namun di Kopi Banyuatis kami memastikan setiap kopi yang dihasilkan dari pabrik kami memiliki konsistensi warna, aroma dan rasa yang sama.Jika Anda ingin menyelami lebih dalam tentang cerita perjalanan dan proses pengolahan kopi sebelum tertuang pada cangkir Anda, simak artikel berikut ini. Semoga dapat memberikan sedikit informasi dan menambah pengetahuan Anda perihal minuman nikmat ini.
PROSES PANEN
Ada baiknya jika sebagai pecinta kopi, tidak hanya mengetahui jenis minumannya saja, melainkan juga perjalanan dari tanaman hingga bubuk yang siap untuk diseduh. Pertama-tama, kami akan mengajak Anda mengetahui pemanenannya terlebih dahulu. Terdapat 2 cara pemanenan yang umum dilakukan oleh petani di Indonesia yakni :
Petik Merah (red cherry)
Petik merah (red cherry) adalah pemilihan jenis biji kopi yang saat biji kopi tersebut sudah berwarna merah segar. Dalam periode masa panen biasanya petani melakukan metode petik cherry pada pertengahan masa panen, hal ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas biji kopi terbaik.
Petik Asalan (root)
Metode petik asalan merupakan metode yang paling lumrah digunakan oleh petani dengan alasan lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga. Dalam metode ini jenis kopi yang dihasilkan sangat beragam
PROSES PASCA PANEN
Setelah kopi berhasil dipanen kopi tak langsung bisa langsung dibubuk namun harus melalui proses pasca panen yang kurang lebih membutuhkan waktu 2 minggu. Ada beberapa tahap sebelum buah siap untuk di-roasting. Cerita dan proses pengolahan kopi tersebut disebut pula dengan proses pascapanen.Ternyata, proses pasca panen juga ikut mempengaruhi kharakteristik rasa yang dihasilkan oleh kopi setiap cara pengolana dalam proses pasca panen ini memberikan cita rasa berbeda.
Proses pascapanen ini bermacam-macam dan berbeda di tiap negara atau perkebunan. Pascapanen ini ada dua tipe, yaitu metode basah dan metode kering. Metode basah biasa juga disebut dengan proses pencucian kopi karena menggunakan air untuk menghilangkan daging buah sebelum kemudian dijemur. Sedangkan metode kering hanya menjemur buah saja tanpa dicuci terlebih dahulu.Kedua metode dasar ini kemudian berkembang menjadi metode-metode baru yang menciptakan karakter dan keunikan rasa yang berbeda-beda. Pada dasarnya, proses ini bertujuan akhir mendapatkan biji siap roasting atau biasa disebut dengan green bean. Setelah melewati proses pascapanen selanjutnya kopi disimpan dalam kurun waktu trtentu sebelum nantiya sia untuk di sangria.
PROSES ROASTING
Pada umumnya terdapat 3 tinggakatan pada proses roasting kopi dimana diantaranya adalah : light roast dihasilkan dari penyangraian biji kopi dengan temperatur mencapai 180-195°C. Biji kopi dengan kualitas medium roast dihasilkan dari penyangraian biji kopi dengan temperatur mencapai 200-210°C. Sedangkan biji kopi berwarna gelap (dark roast) dihasilkan dari penyangraian dengan temperatur yang lebih tinggi yaitu 220-250°C.
RESTING SETELAH ROASTING
Setelah biji kopi selesai di-roasting, jangan langsung digiling dan diseduh. Biji yang baru saja selesai di-roasting mengandung kadar karbon dioksida yang tinggi sehingga mempengaruhi rasanya jika dinikmati sesaat itu juga. Oleh karenanya, perlu resting atau didiamkan beberapa saat supaya gas karbon dioksida lambat laun berkurang dan hilang.Dalam rentang waktu 4 jam setelah roasting, kopi sudah bisa diseduh. Namun, untuk hasil yang lebih nikmat, lebih baik menunggu 7 hari untuk lebih mengembangkan rasa dan aroma.
Demikianlah cerita perjalanan dan proses pengolahan kopi sebelum akhirnya bisa kita nikmati. Sebagai penikmat, mengetahui perjalanan buah misterius ini hingga bisa menjadi secangkir minuman yang penuh filosofi adalah nilai plus. Dengan begitu, Anda bisa bercengkerama dan berbagi pengalaman bersama teman-teman dan tentu saja sembari ngopi.
