Biji kopi arabika (coffe arabica) merupakan salah satu jenis biji kopi yang paling populer dan banyak diminati di dunia, termasuk di Indonesia. Kopi Arabika dikenal dengan cita rasa yang halus, aroma yang kompleks, serta kandungan kafein yang lebih rendah di bandingkan dengan biji kopi Robusta. Karakteristik biji kopi Arabika dimulai dari bentuk dan ukuran, biji kopi arabika memiliki bentuk oval dan lebih pipih dibandingkan dengan biji Robusta yang cenderung bulat. Ukurannya yang relative besar, dengan berat sekitar 18 hingga 22 gram per 100 biji. Garis tengah pada biji Arabika juga tampak lebih melengkung dan halus. Pada saat biji kopi Arabika mentah, berwarna kecoklatan, dan setelah diolah dengan baik dapat menunjukan warna kehijauan atau kebiruan yang khas. Kandungan kafein yang terkandung dalam biji kopi Arabika lebih rendah, sekitar 1,01% hingga 1,18% berat per berat (b/b), jauh lebih rendah dibandingkan Robusta. Kandungan kafein yang lebih rendah ini membuat rasa kopi Arabika lebih ringan dan tidak terlalu pahit. Selain kafein, biji kopi Arabika mengandung gula dan asam  yang berperan penting dalam membentuk rasa dan aroma yang khas. Kandungan gula daan asam ini membuat kopi Arabika terasa lebih manis dan memiliki tingkat keasaman yang seimbang.

Kopi Arabika tumbuh optimal di daerah dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 hingga 2000 meter di atas permukaan laut dan suhu udara berkisar antara 15 hingga 24 derajat Celsius. Di Indonesia, daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Bali merupakan sentra penghasil kopi Arabika karena kondisi geografis dan iklim yang sesuai. Karena tanaman kopi Arabika sangat sensitif terhadap kelembaban udara dan membutuhkan tanah subur dengan drainase baik. Kelembaban ideal bekisar antara 70% hingga 80%. Tanaman kopi Arabika ini juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit sehingga perawatannya memerlukan ketelitian dan perhatian yang khusus. Salah satu keunggulan kopi Arabika adalah cita rasa dan aroma yang kompleks dan halus. Rasa kopi ini umumnya sedikit masam dengan tangkat keasaman yang lebih renda daripada soda atau jus jeruk, memberikan sensasi yang menyegarkan tanpa rasa pahit berlebihan. Rasa kopi Arabika sangat beragam, mulai dari nuansa buah-buahan seperti beri dan jeruk, aroma floral seperti melati an lavender, hingga sentuhan cokelat, caramel, kacang-kacangan, dan rempah-rempah seperti kayu manis dan lada. Biji kopi Arabika adalah pilihan utama bagi penikmat kopi yang menginginkan rasa yang halus, aroma yang kompleks, dan keasaman yang seimbang.  Dengan karakteristik biji yang unik, lingkungan tumbuh yang spesifik, serta proses budidaya yang teliti, kopi Arabika menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar kopi dunia. Keunikan rasa dan aroma yang dihasilkan menjadikan secangkir kopi Arabika pengalaman yang istimewa bagi para pecinta kopi.

Pemilihan biii kopi berkualitas merupakan Langkah awal yang sangat penting untuk menghasilkan secangkir kopi dengan cita rasa yang optimal dan aroma. Seperti halnya yang dilakukan Pabrik Bali Coffe Banyuatis, di bawah kepemimpinann Gede Pusaka Harsadena, Putra dari Ketut Englan. Yang selalu mengutamakan kualitas biji kopi dalam setiap proses pemilihan, karena percaya bahwa kopi yang nikmat berawal dari bahan baku terbaik, dan selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas yang terlihat dari bagaimana memilih biji kopi terbaik yang dipilih secara selektif dari petani terpercaya. Serta tidak pernah mengorbankan kualitas biji kopi demi keuntungan yang cepat, karena bagi dia, kepuasan pelanggaran adalah prioritas yang utama. Didalam setiap pemilihan biji kopi, selalu mempertimbangkan asal, proses pengolahan, dan kesegaran biji untuk menjaga standar rasa yang tinggi, sama seperti produk yang di dihasilkan Bali Coffe Banyuatis yang selalu mengedepankan kulitasnya, dengan cita rasa tradisional yang menjadi ciri khas yang  membuat Kopi Banyuatis selalu mempunyai ras yang sama seperti puluhan tahun yang lalu.