Artikel

Inovasi yang Akan Datang: Menyongsong Babak Baru Kopi Banyuatis
Perjalanan masih panjang, tidak ada kata berhenti untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Berikut rangkaian inovasi yang telah dipersiapkan Kopi Banyuatis untuk beberapa tahun ke depan — bukti bahwa akar yang kuat akan selalu mampu menumbuhkan cabang-cabang baru….

24 Februari 2026: Wajah Baru Kopi Banyuatis Lewat Produk Kaleng Pertama
Perjalanan perusahaan terus menghadirkan wajah-wajah baru. Pada 24 Februari 2026, Kopi Banyuatis Kaleng Reguler resmi hadir di pasaran. Produk ini menunjukkan bahwa warisan dapat terus berkembang dalam bentuk baru tanpa meninggalkan akar perjalanan perusahaan. Jika…

65 Tahun Kopi Banyuatis: Peresmian Pabrik Baru dan Lahirnya Kopi Siyup
1 April 2025: Pabrik Diresmikan Kembali Setelah proses renovasi, pabrik Kopi Banyuatis diresmikan kembali pada 1 April 2025. Momentum ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun perjalanan Kopi Banyuatis — sebuah usia yang menandai perjalanan panjang dari halaman…

Peletakan Batu Pertama Hingga Renovasi Terbesar: Transformasi Pabrik Kopi Banyuatis
20 September 2024: Peletakan Batu Pertama Sepuluh tahun setelah pendirian CV Pusaka Bali Persada, sebuah langkah penting kembali dilakukan. Pada 20 September 2024, peletakan batu pertama menandai dimulainya renovasi terbesar dalam perjalanan pabrik Kopi Banyuatis….

17 Juni 2014: Berdirinya CV Pusaka Bali Persada, Babak Baru Kopi Banyuatis
Perjalanan usaha Kopi Banyuatis memasuki tahap berikutnya pada 17 Juni 2014. Berdasarkan akta pendirian, pada tanggal tersebut CV Pusaka Bali Persada resmi berdiri sebagai badan usaha. Nama badan usaha ini merangkum cara kami memandang perjalanan perusahaan. Pendirian…

Dari Halaman Belakang Menuju Perusahaan: 1986 dan Perlindungan Nama Banyuatis
Berdirinya Kopi Banyuatis pada tahun 1960 bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Tahun itu justru menjadi awal dari perjalanan panjang sebuah nama yang terus tumbuh bersama perubahan zaman. Dari usaha keluarga yang dirintis secara sederhana, Kopi Banyuatis perlahan…

Satu Akar, Beberapa Cabang: Filosofi di Balik Sub-Merek Kopi Banyuatis
Seiring berkembangnya perusahaan, kebutuhan konsumen juga menjadi semakin beragam. Tidak semua orang membeli kopi karena alasan yang sama. Ada konsumen yang mencari rasa yang telah dikenalnya sejak lama, ada yang menginginkan pengalaman kopi yang lebih premium, dan…

Gede Pusaka Harsadena: Menerima Warisan, Menata Masa Depan
Pada tahun 2014, sepeninggal sang ayah, Gede Pusaka Harsadena menerima tanggung jawab untuk meneruskan usaha keluarga. Menerima warisan sebuah perusahaan berbeda dengan menerima benda yang dapat disimpan di dalam lemari. Perusahaan adalah sesuatu yang hidup. Di…

Ketut Englan: The Founding Father dan Kelahiran Nama Banyuatis
Sekitar tahun 1960, almarhum Ketut Englan mulai merintis sebuah usaha kecil pengolahan kopi. Ia terinspirasi oleh sang nenek yang menjual kopi seduh dari biji kopi hasil kebun keluarga sendiri. Dari kejadian sederhana itu, Ketut Englan melihat bahwa kopi mempunyai…

Putu Dalang: Penerus Warisan, Penjaga Kualitas
Sekitar tahun 1950, kebun kopi milik Jro Dalang Gelgel diwariskan kepada putra satu-satunya, Putu Dalang. Menerima sebuah kebun berarti menerima lebih dari sekadar sebidang tanah dan tanaman yang tumbuh di atasnya. Di dalam kebun tersebut terdapat hasil kerja keras…

Sang Maestro yang Menanam “Akar”: Kisah Ketut Sukeradja, Jro Dalang Gelgel
Sebelum publik mengenal nama Kopi Bubuk Cap Banyuatis tercetak pada kemasan berwarna kuning, kisah kami yang sesungguhnya dimulai cukup jauh di belakang, oleh pendahulu kami. Pada masa itu, belum ada seorang pun yang membicarakan tentang merek, jaringan distribusi,…

Secangkir Prolog: Perjalanan Panjang di Balik Sebuah Rasa
Setiap pagi dimulai dengan caranya sendiri. Ada yang terbangun oleh suara alarm yang memecah keheningan fajar, ada yang bangun ketika cahaya matahari sudah cukup tinggi menembus celah jendela, dan ada pula yang memulai hari dengan suara kendaraan berderu atau…

Tumpangsari: Pola Tanam yang Menyuburkan Lahan Kopi Bali
Pendahuluan Saat berjalan di kawasan perkebunan kopi Bali, kita jarang menemukan lahan yang hanya ditanami pohon kopi. Sebaliknya, tanaman kopi sering tumbuh berdampingan dengan pohon jeruk, pisang, tanaman pelindung, hingga pohon kayu keras. Pola tanam campuran ini…

Subak Abian: Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lahan Kopi Bali
Pendahuluan Bali tidak hanya dikenal dengan sistem irigasi sawah subak yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Di kawasan perkebunan dan pertanian lahan kering, Bali juga memiliki sistem pengelolaan tradisional yang dikenal sebagai Subak Abian. Sistem…

Ketinggian Tempat: Faktor Penting dalam Menentukan Kualitas Kopi Bali
Pendahuluan Selain kondisi tanah, ketinggian tempat atau elevasi merupakan salah satu faktor penting dalam menghasilkan kopi berkualitas. Di Bali, banyak wilayah penghasil kopi yang dikenal berada di kawasan dataran tinggi, jauh dari wilayah pesisir. Artikel ini…

Iklim dan Curah Hujan Ideal untuk Lahan Kopi Bali
Pendahuluan Selain kondisi tanah dan ketinggian tempat, faktor iklim menjadi elemen penting yang tidak boleh diabaikan dalam menentukan lahan yang cocok untuk budidaya kopi di Bali. Curah hujan, kelembapan udara, hingga pola musim kemarau dan musim hujan sangat…

Dari Kebun ke Cangkir: Perjalanan Panjang Kopi Bali
Saat Anda menikmati secangkir kopi Bali di kafe favorit atau di rumah, mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa kopi tersebut telah melalui perjalanan yang panjang dan penuh perhatian. Di balik secangkir kopi terdapat proses berbulan-bulan yang melibatkan petani,…

Ketinggian dan Iklim: Rahasia di Balik Cita Rasa Kopi Bali
Pernahkah Anda bertanya mengapa kopi yang tumbuh di satu wilayah Bali dapat memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi dari wilayah lainnya? Perbedaan tersebut tidak hanya ditentukan oleh jenis kopi, proses pascapanen, roasting, atau metode seduh. Jauh sebelum biji…

Tumpangsari Subak Abian
Rahasia di Balik Kebun Kopi Bali: Sistem Tumpangsari dan Subak Abian yang Jarang Dibahas Jika kamu membayangkan kebun kopi sebagai hamparan pohon kopi yang berjajar rapi sejauh mata memandang, kebun kopi Bali mungkin akan memberikan pemandangan yang berbeda. Di banyak…

Sejarah Warisan Kebun Kopii Bali
Jejak Sejarah Kebun Kopi Bali: Warisan yang Tumbuh dari Dataran Tinggi Kintamani Sebelum kopi Bali dikenal di kedai-kedai modern dan disajikan dalam berbagai metode seduh, tanaman kopi telah lebih dahulu tumbuh di lereng-lereng pegunungan Bali. Di balik setiap buah…
