Pada tahun 2014, sepeninggal sang ayah, Gede Pusaka Harsadena menerima tanggung jawab untuk meneruskan usaha keluarga.
Menerima warisan sebuah perusahaan berbeda dengan menerima benda yang dapat disimpan di dalam lemari. Perusahaan adalah sesuatu yang hidup. Di dalamnya terdapat karyawan yang menggantungkan penghidupan, konsumen yang telah mempercayai produk selama bertahun-tahun, serta pemasok, distributor, dan pedagang yang tumbuh bersama kami di sepanjang perjalanan usaha ini. Di dalamnya juga terdapat nama keluarga yang harus dijaga.
Ketika sebuah usaha diwariskan, generasi penerus tidak hanya menerima hasil dari keberhasilan sebelumnya — ia juga menerima berbagai persoalan, kewajiban, risiko, dan harapan yang menyertainya.
Dunia yang Berubah, Warisan yang Harus Beradaptasi
Dunia yang dihadapi Gede Pusaka Harsadena pada tahun 2014 telah jauh berbeda dari dunia yang dihadapi Ketut Englan ketika merintis usaha pada tahun 1960. Persaingan semakin luas, pilihan konsumen semakin banyak, dan teknologi berkembang dengan cepat. Standar keamanan dan kualitas produk menjadi semakin tinggi, sementara cara orang membeli, berkomunikasi, dan mengenal sebuah merek juga terus berubah.
Perusahaan keluarga tidak lagi cukup dikelola hanya dengan mengandalkan kebiasaan lama. Pengalaman tetap penting, tetapi harus didukung oleh sistem, data, pembagian tanggung jawab, serta perencanaan yang lebih terstruktur.
Gede Pusaka Harsadena kemudian membawa usaha yang diwarisinya menuju pengelolaan yang lebih profesional. Di bawah kepemimpinannya, usaha tersebut didaftarkan sebagai CV Pusaka Bali Persada — nama yang membawa makna dekat dengan perjalanan keluarga: “Pusaka” menggambarkan sesuatu yang diwariskan dan bernilai untuk dijaga, “Bali” menegaskan asal serta identitas perusahaan, dan “Persada” menjadi gambaran mengenai tempat untuk berpijak dan bertumbuh.
Melalui CV Pusaka Bali Persada, apa yang dahulu dimulai di halaman belakang rumah kini perlu dijalankan melalui organisasi yang mampu bertahan dan berkembang dalam dunia bisnis modern — dengan produksi yang perlu dikelola, distribusi yang perlu diperluas, keuangan yang harus ditata, mutu yang harus diawasi, dan sumber daya manusia yang perlu dikembangkan.
Berjalan Bersama Sang Istri
Dalam mengembangkan perusahaan, Gede Pusaka Harsadena tidak berjalan sendiri. Sejak tahun 2022, bersama sang istri, mereka melanjutkan perjalanan dan mengembangkan Kopi Banyuatis agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan akar sejarahnya.
Meneruskan perusahaan keluarga selalu menuntut keseimbangan. Di satu sisi, terdapat nilai, kebiasaan, dan rasa yang telah dipercaya oleh konsumen lama. Di sisi lain, terdapat kebutuhan untuk memperbarui sistem, menciptakan inovasi, dan menjangkau pasar baru. Terlalu takut melakukan perubahan dapat membuat perusahaan tertinggal, namun berubah tanpa memahami akar dapat membuat sebuah merek kehilangan identitasnya.
Karena itu, pembaruan tidak dilakukan untuk menghapus masa lalu, melainkan agar warisan tersebut tetap relevan dan dapat diteruskan ke masa depan:
- Mesin boleh berubah.
- Sistem boleh diperbarui.
- Kemasan dapat dikembangkan.
Cara berkomunikasi dengan konsumen dapat mengikuti zaman. Namun tanggung jawab terhadap kualitas dan kepercayaan tidak boleh hilang.
Penulis : Radinna W
