Perjalanan masih panjang, tidak ada kata berhenti untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Berikut rangkaian inovasi yang telah dipersiapkan Kopi Banyuatis untuk beberapa tahun ke depan — bukti bahwa akar yang kuat akan selalu mampu menumbuhkan cabang-cabang baru.

Kopi Manik Sari (September 2026)

Manik Sari dibuat dari biji kopi robusta pilihan asal Bali yang diproses secara tradisional, menghasilkan kopi bubuk berkualitas dengan cita rasa khas kopi Bali. Kopi Manik Sari hadir untuk menggantikan produk Bali Tulen, yang diputuskan discontinue pada akhir tahun 2026.

Kopi Banyumuda (Januari 2027)

Banyumuda adalah brand baru yang direncanakan meluncur pada 2027. Mengusung konsep “Banyuatis-nya Anak Muda”, brand ini menyasar segmen pasar Gen Z dan milenial — tidak hanya melalui produk kopi bubuk, tetapi juga lini minuman Ready To Drink (RTD) dan container booth di titik-titik keramaian di Bali.

Kopi Banyuatis Robusta Pupuan (2027)

Banyuatis Pupuan dibuat dari biji kopi pilihan yang tumbuh di dataran tropis Pupuan, Bali Barat. Setiap seduhannya menghadirkan aroma kuat, cita rasa tegas, serta sentuhan pahit yang khas — sebuah pengalaman autentik dari dataran Pupuan. Produk ini disiapkan dalam kemasan khusus oleh-oleh dan ekspor.

Kopi Banyuatis Arabica Kintamani (2027)

Banyuatis Arabica dibuat dari biji kopi pilihan yang tumbuh di tanah vulkanik Kintamani. Setiap seduhannya menghadirkan aroma segar, cita rasa sitrus yang ringan, dan karakter khas Bali — sebuah pengalaman autentik dari dataran Kintamani. Sama seperti Robusta Pupuan, produk ini disiapkan dalam kemasan khusus oleh-oleh dan ekspor.

Nuswara Heritage Coffee Bali (2027)

Nuswara Heritage Coffee Bali adalah brand kopi premium yang menghadirkan hasil terbaik dari kebun-kebun warisan asli Bali. Mengusung konsep single farm, single product, setiap kopi berasal dari satu kebun terpilih dan diolah secara khusus untuk menjaga karakter rasa, keaslian terroir, serta kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menutup Sebuah Perjalanan, Membuka Perjalanan Berikutnya

Dari sebidang tanah yang dibeli seorang dalang pada 1928, hingga rencana ekspansi lima brand baru menuju 2027 — perjalanan Kopi Banyuatis membuktikan bahwa sebuah warisan bertahan bukan karena berhenti berubah, melainkan karena tahu apa yang tidak boleh berubah: akarnya.

Empat generasi keluarga — Ketut Sukeradja, Putu Dalang, Ketut Englan, dan Gede Pusaka Harsadena — telah menunjukkan bahwa sesuatu yang diwariskan tidak cukup hanya untuk dimiliki. Ia harus dijaga, dikembangkan, dan diteruskan dalam keadaan yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Penulis : Radinna W